Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat mendatang. Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG berasal dari sentimen domestik dan global, khususnya terkait dengan musim laporan keuangan emiten kuartal III 2025 dan perkembangan shutdown pemerintah Amerika Serikat.
Analisis Pasar dan Sentimen Utama
Para pelaku pasar saham akan mencermati dengan seksama musim laporan keuangan emiten periode kuartal III 2025. Kinerja keuangan perusahaan tercatat akan menjadi katalis penting yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG, dengan kinerja buruk berpotensi menekan indeks.
Dampak Shutdown Pemerintah AS
Selain laporan keuangan, pelaku pasar juga mewaspadai dampak dari shutdown pemerintah AS yang memasuki hari kedua. Kegagalan kesepakatan anggaran antara Partai Demokrat dan Partai Republik menjadi penyebab utama shutdown, dengan Presiden AS, Donald Trump, melihat ini sebagai peluang untuk memangkas agen federal. Shutdown berpotensi menekan Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan memperlambat pasar tenaga kerja. Dampaknya, data penting seperti non-farm payrolls (NFP) tidak akan dirilis, yang menjadi acuan penting bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Pandangan Lotus Andalan Sekuritas
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025, mengungkapkan bahwa Oktober 2025 akan menghadapi tantangan fundamental berat. Pertama, The Fed dinilai "buta arah" karena penundaan data ekonomi AS akibat shutdown, yang menciptakan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan suku bunga. Kedua, musim laporan keuangan kuartal III emiten menjadi faktor krusial yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.
Sentimen Domestik: Revisi UU BUMN
Dari dalam negeri, pengesahan revisi keempat Undang-Undang (UU) BUMN oleh DPR juga menjadi perhatian. Revisi ini mengubah status Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN (BPBUMN). Perubahan ini mencakup 84 pasal dengan poin penting seperti penataan kepemilikan dan komposisi saham holding, larangan rangkap jabatan, penguatan transparansi melalui BPK, pengisian komisaris dengan profesional, kesetaraan gender, serta mekanisme peralihan kepegawaian dari Kementerian ke BP BUMN. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pasar modal Indonesia.
Pergerakan Bursa Saham Global
Pada perdagangan Kamis, 2 Oktober 2025, bursa saham Eropa mayoritas menguat, dengan Euro Stoxx 50 menguat 1,13 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,20 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,28 persen, dan indeks CAC Prancis menguat 1,13 persen. Bursa saham AS di Wall Street juga mencatatkan penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 79,05 poin atau 0,17 persen dan ditutup di level 46.520,19, indeks S&P 500 menguat 0,06 persen ke level 6.715,38, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,39 persen dan ditutup di level 24.892,76.
Prospek Suku Bunga The Fed
Ke depan, pasar menantikan langkah The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga pada Oktober 2025 seiring dengan potensi pelemahan data ketenagakerjaan AS. Secara historis, pelaku pasar tidak terlalu terpengaruh oleh shutdown, namun kali ini dianggap lebih berisiko karena kondisi makroekonomi yang rapuh, valuasi pasar tinggi, serta kekhawatiran inflasi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat, dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global. Pelaku pasar akan mencermati musim laporan keuangan kuartal III 2025 serta dampak dari shutdown pemerintah AS. Pengesahan revisi UU BUMN juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pergerakan bursa saham global pada Kamis memberikan gambaran positif, namun para investor tetap perlu waspada terhadap potensi volatilitas pasar.
Posting Komentar untuk "IHSG Diprediksi Menguat Terbatas: Pasar Cermati Laporan Keuangan Kuartal III dan Shutdown AS"